Israel Tolak Bayar Iuran USD1 Miliar ke Dewan Perdamaian Gaza Pimpinan Donald Trump
fokus6.net, JAKARTA — Pemerintah Israel menyatakan tidak akan menyetorkan kontribusi dana kepada Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Nilai iuran yang sebelumnya dibahas mencapai sekitar USD1 miliar atau setara Rp17 triliun.
Radio Angkatan Darat Israel pada Minggu (22/2/2026) melaporkan bahwa keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Trump. Dewan Perdamaian sendiri merupakan inisiatif Washington yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Indonesia, dalam upaya mendukung rekonstruksi Gaza.
Mengutip laporan Khaberni pada Selasa (24/2/2026), Israel secara resmi menolak memberikan kontribusi finansial kepada badan tersebut. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat menyetujui pembebasan Israel dari kewajiban pembayaran, berbeda dengan negara anggota lain seperti Qatar dan Uni Emirat Arab yang menjanjikan lebih dari USD2 miliar.
Menteri Urusan Politik dan Keamanan Israel Ze’ev Elkin menegaskan posisi pemerintahnya. Ia menyatakan Israel tidak memiliki kewajiban untuk ikut menanggung biaya rekonstruksi. “Tidak ada pembenaran untuk membayar uang setelah kami diserang, maupun untuk mendanai rekonstruksi Gaza,” ujarnya dalam keterangan media.
Menurut Elkin, keputusan tersebut juga menjawab keberatan dari sejumlah menteri, termasuk Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, yang sebelumnya menyoroti keanggotaan Israel dalam forum yang sama dengan Turki dan Qatar.
Sejauh ini, Dewan Perdamaian dilaporkan telah menghimpun sekitar USD5 miliar dari berbagai negara anggota. Pembahasan masih berlangsung untuk mendapatkan tambahan komitmen dari sejumlah negara lain, yang masing-masing diharapkan berpartisipasi sekitar USD1 miliar.
Pekan sebelumnya, Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menyumbangkan USD10 miliar atau sekitar Rp162 triliun guna mendukung proses rekonstruksi Jalur Gaza melalui Board of Peace. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan perdana dewan yang digelar di Washington pada Kamis (19/2/2026).
“Dewan Perdamaian menunjukkan bagaimana masa depan yang lebih baik dapat dibangun, dimulai dari ruangan ini,” kata Trump, seperti dikutip RIA Novosti.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan