fokus6.net, JAKARTA — Sebuah kolektif sosial di Beirut, Lebanon, menggelar acara buka puasa bersama dengan klaim sebagai meja iftar terpanjang di dunia. Sebanyak 5.800 orang duduk dalam satu rangkaian meja yang disebut membentang hingga 3,5 kilometer pada Sabtu.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ajialouna Association dengan mengusung tema “Ramadan brings us together, all of Lebanon at one table”. Sejak menjelang matahari terbenam, ratusan relawan tampak membagikan paket makanan kepada para peserta yang memenuhi aula besar lokasi acara.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif sosial tersebut. Kehadirannya dinilai memperkuat pesan solidaritas yang ingin dibangun melalui kegiatan itu.

Public Relations Officer Ajialouna Association, Zina Seif, menyampaikan bahwa tujuan utama acara ini adalah menyatukan warga dari berbagai penjuru negeri. Peserta datang dari Beirut Selatan, Sidon, Tripoli, Akkar, Dunya, hingga wilayah Bekaa.

“Terdapat 5.800 orang yang berkumpul di satu meja dari berbagai wilayah Lebanon. Tahun ini kami ingin menyatukan seluruh masyarakat Lebanon dalam satu meja,” ujarnya.

Sebanyak 700 relawan dilibatkan untuk memastikan kelancaran distribusi makanan dan pengaturan tempat duduk. Panitia menyebut panjang meja mencapai sekitar 3,5 kilometer, meski belum ada konfirmasi resmi terkait pemecahan rekor dunia.

“Prioritas kami adalah kegiatan amal. Jika rekor tercapai, itu nilai tambah. Jika tidak, tujuan kami tetap 100 persen untuk amal,” kata Seif.

Acara ini digelar di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi Lebanon. Melalui iftar massal tersebut, penyelenggara berharap semangat kebersamaan dan solidaritas sosial dapat terus terjaga, melampaui perbedaan wilayah dan latar belakang.

Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, menjadi momentum bagi umat Muslim untuk berpuasa sejak fajar hingga matahari terbenam, sekaligus mempererat hubungan sosial melalui tradisi berbuka bersama. Inisiatif berskala besar seperti ini diharapkan mampu menghadirkan harapan dan memperkuat kohesi sosial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara tersebut.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net