Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran Bersenjata di Banjarbaru, 11 Remaja Diamankan
fokus6.net, BANJARBARU — Polisi dari tim gabungan berhasil gagalkan dugaan aksi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja.
Sebanyak 11 orang berhasil diamankan sebelum bentrokan yang direncanakan terjadi di kawasan Jalan Bandara Baru.
Informasi awal yang petugas terima adanya indikasi pertemuan dua kelompok remaja di Jalan Karang Anyar 1. Lokasi itu berada tidak jauh dari SMPN 9 Banjarbaru, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara. Aparat segera mendatangi lokasi untuk melakukan pembubaran dan pengamanan.
Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Ari Handoyo, menyampaikan bahwa mayoritas remaja yang petugas amankan masih berusia di bawah 18 tahun.
“Dari 11 orang, 10 di antaranya masih anak di bawah umur. Sedangkan satu lainnya berusia 23 tahun,” ungkapnya di Banjarbaru, Senin.
Ia menerangkan, para remaja tersebut tergabung dalam tiga kelompok berbeda Kelompok Independen, Kelompok Tome, dan Kelompok GT atau Gudang Tengah.
Total anggota yang terjaring terdiri atas empat orang dari Kelompok Independen. Kemudian empat orang dari Kelompok Tome, dan tiga orang dari Kelompok GT.
Menurut Ari, rencana bentrokan sebenarnya belum sempat terlaksana.
“Aksi itu lebih dulu warga bubarkan sehingga tidak sampai terjadi tawuran,” ujarnya.
Para remaja kemudian tertangkap di tiga titik berbeda. Yakni sekitar SMPN 9 Banjarbaru, kawasan Jalan Bandara Baru, serta area Pasar Pondok Mangga.
Dalam operasi tersebut, polisi gagalkan dugaan tawuran dengan menyita sejumlah barang yang berkaitan dengan rencana tawuran.
Barang bukti itu di antaranya lima unit sepeda motor berbagai merek. Lalu ada juga tiga senjata tajam berupa sebilah parang, satu celurit panjang, serta satu gergaji besi bergagang bambu.
Selain itu, tujuh unit telepon genggam turut petugas sita untuk kepentingan penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, para remaja mengklaim bahwa senjata tajam yang petugas temukan bukan milik mereka.
“Mereka mengaku senjata itu milik kelompok lain yang melarikan diri saat warga datang membubarkan,” jelas Ari.
Polisi Gagalkan Remaja Tawuran, Orang Tua Tulis Surat Pernyataan
Para remaja sempat petugas bawa ke Markas Polda Kalimantan Selatan guna menjalani pemeriksaan awal. Namun kemudian petugas serahkan mereka ke Polres Banjarbaru untuk penanganan lebih lanjut.
Sebagai bagian dari proses pembinaan, penyidik melakukan Berita Acara Interview dan memanggil orang tua masing-masing remaja. Ketua RT setempat, tokoh masyarakat, pihak sekolah, Bhabinkamtibmas, serta personel Sat Binmas juga terlibat dalam upaya penyelesaian.
Polisi juga minta orang tua remaja membuat surat pernyataan. Hal itu sebagai bentuk jaminan pengawasan terhadap anak mereka serta kesediaan menghadirkan kembali jika sewaktu-waktu perlunya proses hukum.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah keterlibatan anak dalam tindakan kekerasan.
“Kami mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan, terutama pada malam hari, agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan