fokus6.net, BARITO KUALA – Angin kencang disertai badai menerjang kawasan pasar wadai yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) bawah Jembatan Barito, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Minggu (22/2/2026) sore.

Terpaan angin membuat sejumlah tenda porak-poranda dan sempat memicu kepanikan pedagang maupun pengunjung.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana pasar mendadak ricuh ketika angin datang cukup kuat.

Beberapa tenda terlihat terangkat dan terbalik sebelum akhirnya roboh. Pengunjung yang tengah berburu takjil untuk berbuka puasa berlarian menjauh demi menghindari material tenda yang beterbangan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala, Sirpan, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebut tim lapangan dari instansinya bersama pihak penyelenggara langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Betul, saat ini tim Disporbudpar Batola bersama event organizer sudah berada di lapangan untuk menangani dampaknya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Sirpan, tenda yang terdampak merupakan tenda milik sponsor yang berada di bagian depan dekat pintu masuk area pasar. Selain itu, tenda panggung utama juga terdampak, termasuk kursi dan meja yang disiapkan untuk pengunjung berbuka puasa di depan stan pedagang.

“Untuk tenda pedagang di sisi kiri dan kanan relatif aman karena tiangnya dipaku kuat,” jelasnya.

Barang dagangan seperti kue dan aneka makanan dilaporkan tidak mengalami kerusakan berarti. Sebagian pedagang sempat mengamankan dan membenahi lapak mereka ketika angin mulai bertiup kencang.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Dari sisi anggaran, pemerintah daerah juga memastikan tidak ada kerugian signifikan, meski perbaikan tenda yang roboh tetap diperlukan.

“Kerugian dana tidak ada. Hanya perlu waktu untuk mendirikan kembali tenda yang roboh. Anginnya memang sangat kencang, tetapi tim bergerak cepat,” tambah Sirpan.

Baca juga  Bangga! Siswa SMAN 5 Banjarmasin Lolos Golden Ticket UNAIR

Setelah situasi dinyatakan aman, para pedagang kembali melanjutkan aktivitas jual beli.

Meski begitu, cuaca buruk sore itu diperkirakan berdampak pada penurunan pendapatan pedagang di Pasar Ramadan yang digagas Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.

Sementara itu, Pasar Ramadan lain yang berada di halaman parkir Kubah Datu Abdusshamad di Jalan Veteran, Marabahan, juga sempat diguyur hujan. Namun intensitasnya ringan dan tidak disertai angin kencang.

“Alhamdulillah di sini aman. Sempat hujan, tapi tidak deras dan tidak ada angin. Pengunjung tetap datang,” ujar Riska, salah seorang pedagang camilan di Pasar Ramadan Kubah Marabahan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net