fokus6.net, TANAH LAUT – Kehadiran timun suri menjadi salah satu penanda datangnya bulan suci Ramadhan.

Buah musiman dengan daging lembut dan kandungan air tinggi ini selalu diburu warga sebagai bahan utama minuman takjil untuk berbuka puasa.

Di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, lapak penjual timun suri mudah ditemui hampir di setiap sudut jalan.

Buah yang memiliki kulit kuning keemasan saat matang ini dipajang berjajar, menarik perhatian pengendara yang melintas.

Rasa yang segar dan teksturnya yang lembut membuat timun suri menjadi pilihan favorit untuk diolah menjadi es campur maupun minuman manis lainnya.

Salah seorang pedagang, Nurba’ah, mengaku permintaan timun suri meningkat tajam sejak awal Ramadhan.

“Kalau sudah masuk Ramadhan, pembeli pasti ramai. Banyak yang cari buat campuran es atau takjil berbuka. Penjualan bisa naik dibanding hari biasa,” ujarnya.

Menurut Nurba’ah, buah tersebut dijual dengan dua sistem, yakni per kilogram maupun per buah.

Harga per buah berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000, tergantung ukuran dan kualitasnya.

“Kalau yang besar dan matang biasanya lebih mahal. Pembeli juga bisa pilih sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Tingginya minat masyarakat membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Omzet penjualan meningkat dibandingkan bulan-bulan biasa.

Namun di sisi lain, jumlah pedagang timun suri tahun ini disebut lebih sedikit dibanding Ramadhan sebelumnya. Hal itu diduga akibat gagal panen di sejumlah daerah penghasil.

“Memang masih ada stok, tapi pedagang tidak sebanyak tahun lalu. Katanya di beberapa tempat panennya kurang bagus,” tambah Nurba’ah.

Meski demikian, timun suri tetap menjadi primadona musiman yang selalu dinanti setiap Ramadhan.

Kehadirannya tidak hanya menyegarkan berbuka puasa, tetapi juga menjadi sumber rezeki tambahan bagi pedagang di Tanah Laut.

Penulis/Reporter: Basuki Rahmat