PSMTI Kalsel Gelar Perayaan Imlek 2577/2026 di Banjarmasin, Gaungkan Toleransi di Tengah Ramadan
fokus6.net, BANJARMASIN – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan menggelar Perayaan Imlek Bersama Tahun 2577/2026 di salah satu ballroom di Banjarmasin, Minggu (22/2/2026) malam.
Kegiatan ini dihadiri ratusan warga keturunan Tionghoa serta perwakilan berbagai organisasi lintas etnis dan agama.
Mengusung tema Bersama dalam Keberagaman, perayaan Imlek kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Tionghoa, tetapi juga wadah mempererat toleransi antarumat beragama di Kalimantan Selatan, terlebih karena momen Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan.
Ketua Harian PSMTI Kalsel, Arifin Suritiono, menegaskan bahwa perayaan tersebut merupakan simbol kebersamaan lintas suku dan agama.
“Hari ini kami dari PSMTI Provinsi Kalimantan Selatan merayakan Imlek dengan tema bersama dalam keberagaman. Kami menghimpun semua, baik dari kesamaan agama maupun suku-suku yang ada di Kalimantan Selatan, untuk merayakan bersama,” ujarnya.
Arifin menjelaskan, rangkaian kegiatan sebelumnya juga melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Bahkan, pihaknya telah menggelar buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 30 etnis, termasuk perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Gusdurian, hingga LK3.
“Perayaan ini bukan semata-mata untuk warga Tionghoa saja. Sebelumnya kami sudah melaksanakan buka puasa bersama lintas etnis dan agama. Hampir semuanya hadir. Ini bukti bahwa kebersamaan di Kalsel terus terjalin,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh warga Tionghoa untuk terus menjaga dan meningkatkan toleransi serta kerukunan di Banua.
“Kami berharap warga Tionghoa bersama seluruh masyarakat Kalimantan Selatan dapat terus menjaga dan meningkatkan toleransi serta kerukunan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalsel, Alimusa, menilai perayaan Imlek yang berdekatan dengan Ramadan justru memperkuat nilai toleransi yang telah lama terbangun di daerah ini.
“Imlek yang berdekatan dengan Ramadan ini sebetulnya menunjukkan toleransi yang sudah lama kita jalankan. Di FPK, ketika salah satu umat atau komunitas menggelar kegiatan, yang lain pasti ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam perayaan tersebut sebagai wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami sangat memberikan apresiasi terhadap acara seperti ini, karena kami dilibatkan. Ini merupakan bentuk kehormatan sekaligus wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Ikatan Keluarga Antar-Suku Bangsa (IKASBA) Kalsel, Aliansyah, menyebut momentum ini sebagai langkah konkret mempererat persaudaraan antar etnis di Kalimantan Selatan.
“Bagi kami, ini adalah upaya bersama untuk menyatukan dan membangun kebersamaan serta kekeluargaan antar etnis ataupun suku, termasuk etnis Tionghoa,” ucapnya.
Menurutnya, perayaan Imlek yang bertepatan dengan Ramadan menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Kalsel.
“Ini momen yang sangat kita rasakan kebahagiaannya. Toleransi di Kalsel tergambar nyata dalam perayaan seperti ini. Namun kita tetap harus berupaya menjaga dan meningkatkannya agar potensi ancaman terhadap persatuan bisa kita cegah bersama,” pungkasnya.
Penulis/Reporter: Berland


Tinggalkan Balasan