KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi untuk Menag Nasaruddin Umar
fokus6.net, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan akan menelaah dugaan gratifikasi yang menyeret nama Menteri Agama Nasaruddin Umar. Isu tersebut berkaitan dengan penggunaan fasilitas jet pribadi saat kunjungan kerja ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 15 Februari 2026.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan lembaganya belum mengambil kesimpulan apa pun dan masih memeriksa fakta yang ada. “Nanti dilihat dulu, kita pastikan dulu apakah ada sisi-sisi yang kemudian berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan jabatannya. Kami nggak mungkin bisa serta-merta langsung menjustifikasi bahwa itu salah,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Setyo, KPK membuka ruang bagi Nasaruddin Umar untuk memberikan penjelasan secara sukarela tanpa harus menunggu pemanggilan resmi. Klarifikasi dapat disampaikan langsung ke Direktorat Gratifikasi pada Kedeputian Pencegahan dan Monitoring.
“Di sana ada Direktorat Gratifikasi menyampaikan, menjelaskan tentang yang sedang berkembang, isu-isu yang sedang berkembang di luar,” kata Setyo.
Ia menambahkan, setelah keterangan diterima, tim KPK akan melakukan analisis mendalam guna menentukan apakah peristiwa tersebut memenuhi unsur dugaan gratifikasi. “Dengan situ nanti bisa kami analisa, bisa kami telaah,” ucapnya.
Kunjungan Menteri Agama ke Takalar sendiri dilakukan dalam rangka peresmian Gedung Balai Sarkiah yang berlokasi di Kelurahan Sabintang. Kehadiran Nasaruddin disebut atas undangan Oesman Sapta Odang, tokoh nasional yang juga memfasilitasi penggunaan jet pribadi agar agenda peresmian dapat dihadiri di tengah jadwal menteri yang padat.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menjelaskan bahwa fasilitas transportasi disiapkan oleh pihak penyelenggara. “Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat,” ujarnya di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.
Ia menegaskan seluruh moda transportasi dalam perjalanan tersebut merupakan bagian dari dukungan panitia. “Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara,” katanya.
Gedung Balai Sarkiah diproyeksikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan. Fasilitas itu diharapkan menjadi wadah pemberdayaan umat sekaligus pusat edukasi keagamaan.
Dalam sambutannya saat peresmian, Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi keluarga Oesman Sapta Odang dalam pembangunan sarana keagamaan. Menurut Thobib, Menteri Agama menilai keberadaan gedung tersebut sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Menag menyampaikan bahwa pemerintah sangat menghargai peran tokoh masyarakat yang secara mandiri membangun infrastruktur keagamaan. Balai Sarkiah ini bukan sekadar gedung, tapi simbol kolaborasi untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tutur Thobib.
Acara peresmian turut dihadiri Oesman Sapta Odang beserta keluarga, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan, serta sekitar 200 tokoh agama dan masyarakat setempat.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan