fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sejak awal tahun 2026 belum sepenuhnya surut. Di Desa Bincau, genangan air bahkan masih bertahan hingga hampir dua bulan, dengan ketinggian di dalam rumah warga mencapai sekitar setengah meter.

Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa menjalani aktivitas sehari-hari di tengah genangan air. Meski sebelumnya sempat mengungsi, kini banyak warga memilih kembali dan bertahan di rumah masing-masing dengan segala keterbatasan.

Sejumlah perabot rumah tangga tampak terendam. Aktivitas memasak, tidur, hingga beribadah pun harus dilakukan dengan kondisi seadanya.

Salah seorang warga terdampak, Sawiyah, mengaku sudah lelah menghadapi banjir yang tak kunjung surut. Ia berharap ada perhatian dan bantuan untuk meringankan beban hidup mereka.

“Airnya belum juga turun. Di dalam rumah masih sekitar setengah meter. Kami bertahan saja di sini, karena kalau terus mengungsi juga sulit. Harapannya ada bantuan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Sawiyah.

Hal serupa disampaikan Rahmat, warga lainnya. Ia mengatakan penghasilan warga ikut terdampak karena aktivitas ekonomi terganggu.

“Kami sangat berharap bantuan terus datang. Untuk kerja juga susah karena banjir belum surut. Jadi sementara ini kami hanya bisa mengandalkan bantuan,” kata Rahmat.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan kemanusiaan masih terus mengalir ke Desa Bincau. Salah satunya berasal dari Forum Jurnalis Banjar yang berkolaborasi dengan PT Antang Gunung Meratus melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Sebanyak 1.000 paket bantuan disalurkan kepada warga terdampak. Paket tersebut berisi beras, mi instan, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Penulis/Reporter: Dedi Junaidi/Fahmi