Pemancing Hilang di Perairan Sampanahan Kotabaru Ditemukan Meninggal, Basarnas Tutup Operasi SAR
fokus6.net, KOTABARU – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Asralin Juni (68), seorang pria lanjut usia yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu di perairan Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Kamis (12/2/2026) pagi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, operasi pencarian telah dimulai sejak Rabu (11/2/2026) siang setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menerima laporan orang hilang. Tim rescue dari Pos SAR Kotabaru bersama sejumlah relawan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyisiran.
Jasad korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.43 WITA dalam posisi mengapung di koordinat 2°40’6,9″S 116°14’52,5″E, atau kurang lebih 500 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Batu Besar untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, membenarkan keberhasilan tim dalam menemukan korban.
“Korban telah ditemukan pagi ini oleh tim di lapangan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Kami sangat mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat sehingga operasi berjalan efektif, meski jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh,” ujarnya.
Dengan ditemukannya korban, Basarnas pun mengusulkan agar operasi pencarian resmi dihentikan. “Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kami usulkan untuk ditutup,” tambahnya.
Berdasarkan kronologi, Asralin diketahui berangkat melaut untuk memancing pada Selasa malam (10/2/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Namun hingga keesokan harinya ia tidak kunjung kembali, sehingga keluarga berinisiatif melakukan pencarian mandiri.
“Keluarga hanya menemukan perahu korban dalam kondisi kosong di koordinat 2°39’28.4″S 116°15’42.0″E,” jelas Putu dalam keterangan tertulis.
Setelah menerima laporan tersebut, Basarnas segera mengerahkan satu tim rescue untuk menyisir area sekitar lokasi ditemukannya perahu. Koordinasi pun dilakukan dengan berbagai pihak guna mempercepat proses pencarian.
“Operasi pencarian ini merupakan upaya sinergis yang melibatkan Pos SAR Kotabaru, BPBD Kotabaru, Polsek Sampanahan, Damkar Kotabaru, serta masyarakat setempat,” katanya.
Tim rescue dilengkapi sejumlah peralatan utama, di antaranya rescue car, rubber boat, perlengkapan water rescue, satu set alat selam, serta perangkat komunikasi. Untuk mencapai titik kejadian, petugas harus menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 119 kilometer sebelum melanjutkan penyisiran melalui jalur perairan menggunakan perahu karet.
Basarnas menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam proses pencarian, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan