fokus6.net, BANJARMASIN – Kenaikan harga cabai terjadi di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Lonjakan ini diduga dipicu oleh cuaca buruk di sejumlah daerah penghasil yang menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen, sehingga pasokan ke pasar menurun drastis.

Hampir seluruh jenis cabai mengalami kenaikan signifikan. Cabai tiung misalnya, kini dijual sekitar Rp85 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp40 ribu. Cabai rawit turut merangkak naik dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai keriting yang semula Rp25 ribu kini berada di angka Rp40 ribu per kilogram.

Seorang pedagang cabai di Pasar Sentra Antasari, Suliha, mengatakan mahalnya harga tidak terlepas dari terganggunya distribusi akibat cuaca ekstrem.

“Pasokan cabai sekarang kosong karena banyak petani gagal panen. Cuaca buruk membuat hasil panen berkurang, jadi harga langsung melonjak,” ujarnya Kamis (12/2/2026).

Kenaikan harga ini tidak hanya membebani pembeli, tetapi juga berdampak pada penjualan pedagang. Menurut Suliha, omzetnya turun tajam sejak harga cabai meroket.

“Pembeli jadi mengurangi jumlah belanja. Omzet kami turun hampir 50 persen dibandingkan saat harga masih normal,” tambahnya.

Salah seorang konsumen, Mustafa Kamal, mengaku terpaksa menyesuaikan kebutuhan dapur akibat mahalnya cabai.

“Harganya cukup mengejutkan. Biasanya beli agak banyak, sekarang terpaksa dikurangi supaya pengeluaran tidak membengkak,” katanya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Belum Usai Mobil Listrik, Netizen Kembali Geram Menyusul Kabar Bagian Umum Pemko Banjarmasin Akan Beli Kamera Seratus Juta Lebih