fokus6.net, JAKARTA – Dunia diplomasi internasional tengah menyorot Palestina setelah nama Riyad Mansour, Utusan Tetap Palestina untuk PBB, muncul sebagai salah satu kandidat utama untuk memimpin Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 pada 2026.

Juru Bicara Presiden SMU PBB, La Neice Collins, mengonfirmasi bahwa Sekretariat PBB telah menerima tiga nama resmi untuk memperebutkan kursi kepemimpinan tertinggi di Majelis Umum. Selain Mansour, dua kandidat lainnya berasal dari Bangladesh, Md. Touhid Hossain, dan Siprus, Andreas S. Kakouris. Sesuai sistem rotasi kewilayahan, periode kepemimpinan kali ini menjadi hak negara-negara Grup Asia-Pasifik.

Riyad Mansour, diplomat senior yang telah lama memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di PBB, menonjol karena menjadi kandidat pertama yang menyerahkan dokumen visi dan misi secara resmi. Dokumen tersebut memuat prioritas, tujuan, dan isu global yang akan menjadi fokusnya jika terpilih, meski rincian visinya belum dibuka sepenuhnya ke publik.

“Langkah cepat Mansour menunjukkan kesiapan matang Palestina untuk mengambil peran kepemimpinan global di tengah ketidakpastian geopolitik dunia,” ujar Collins.

Jika terpilih, Mansour akan memimpin koordinasi diskusi krusial antarnegara anggota PBB, termasuk isu perdamaian, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan. Pemungutan suara resmi dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 di Aula Majelis Umum PBB, New York.

Dukungan dari negara anggota, khususnya blok Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok, diprediksi menjadi faktor kunci bagi langkah Mansour menuju kursi kepemimpinan SMU. Pencalonan Mansour sekaligus menjadi sinyal kuat bagi posisi diplomatik Palestina di panggung internasional.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Parpol Disebut Mulai Lirik Cawapres Baru untuk Prabowo di Pilpres 2029