fokus6.net, TANAH LAUT – Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, tak hanya dikenal dengan bentang alamnya yang indah, tetapi juga kekayaan floranya. Salah satu yang menjadi kebanggaan daerah adalah Anggrek Bulan Tanah Laut, flora endemik yang diakui sebagai Puspa Pesona Indonesia.

Memiliki warna putih bersih dengan mahkota kuning keemasan, anggrek bernama latin Phalaenopsis amabilis ini menjadi spesies khas yang hanya dapat ditemukan di wilayah Tanah Laut. Selain tampil menawan, anggrek ini juga dikenal tahan terhadap penyakit dan memiliki usia yang dapat bertahan hingga bertahun-tahun.

Keindahannya bahkan pernah menjadikan Anggrek Bulan sebagai primadona di kalangan pecinta anggrek dunia. Pengakuan sebagai Puspa Pesona Indonesia juga diberikan oleh Majalah Trubus, memperkuat statusnya sebagai flora bernilai tinggi.

Namun di balik pamornya, tak banyak warga lokal yang mengenal anggrek endemik ini. Kondisi tersebut membuat keberadaannya kian terancam langka, terlebih jumlah pengoleksi di Tanah Laut saat ini terbilang sangat sedikit.

Salah satu yang masih konsisten merawat sekaligus mengembangkannya adalah Jauhari Alamsyah, warga Jalan Matah, Kelurahan Karang Taruna. Dengan telaten, ia membudidayakan Anggrek Bulan bersama ratusan spesies anggrek lainnya di lahan sekitar rumahnya.

Dalam proses budidaya, Jauhari menggunakan berbagai media tanam seperti batang kayu halaban, kayu pohon lainnya, papan, serabut, hingga pot.

“Saya menggunakan beberapa media tanam seperti batang kayu halaban, kayu lainnya, papan, serabut, hingga pot agar anggrek bisa tumbuh optimal,” ujar Jauhari.

Ia juga mengaku siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempertahankan keberadaan Anggrek Bulan Tanah Laut agar tidak terancam punah.

“Saya berharap ada kolaborasi untuk menjaga dan melestarikan Anggrek Bulan Tanah Laut supaya tetap ada dan tidak punah,” tambahnya.

Upaya pelestarian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga flora endemik daerah, sekaligus mempertahankan identitas alam Tanah Laut sebagai salah satu habitat Anggrek Bulan di Indonesia.

Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie