fokus6.net, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan santunan senilai total Rp345 juta kepada ahli waris 23 prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Penyerahan bantuan dilakukan bersama Kepala Staf Korps Marinir (Kas Komar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan di Markas Komando Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).

Gus Ipul menegaskan santunan tersebut merupakan bagian dari skema nasional bantuan pemerintah bagi keluarga yang terdampak bencana maupun kehilangan anggota keluarga saat menjalankan tugas negara.

“Ini bagian skema nasional dari bantuan pemerintah kepada keluarga-keluarga yang terdampak karena tugas ataupun juga karena terkena bencana. Memang ada santunan yang diberikan oleh pemerintah sebagai bagian dari tali asih untuk saling menguatkan,” ujar Gus Ipul.

Setiap ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta. Ia menekankan bantuan tersebut bukanlah bantuan insidental, melainkan termasuk dalam program bantuan sosial adaptif yang telah disiapkan pemerintah.

Tak berhenti pada penyaluran santunan, Kementerian Sosial juga akan menindaklanjuti dengan program pemberdayaan bagi keluarga korban. Bentuk dukungan akan disesuaikan melalui asesmen kebutuhan, mulai dari bantuan usaha hingga pelatihan keterampilan.

“Setelah kita beri santunan bagi yang meninggal, kemudian keluarganya ada program pemberdayaan,” jelasnya.

Kemensos, lanjut Gus Ipul, akan berkoordinasi dengan Korps Marinir untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling tepat. Seluruh ahli waris akan menjalani proses asesmen setelah masa berkabung agar intervensi dapat segera diberikan secara efektif.

Dari total 23 prajurit yang gugur, tujuh ahli waris hadir langsung dalam seremoni penyerahan santunan. Sementara itu, ahli waris lainnya yang berada di berbagai daerah tetap akan menerima hak mereka secara penuh melalui penyaluran yang dititipkan kepada Komandan Korps Marinir.

“Secara keseluruhan nanti kita titipkan sama Dankormar untuk bisa disalurkan secara langsung,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendoakan para prajurit yang gugur dan meyakini mereka wafat sebagai pejuang bangsa.

“Saya meyakini seluruh korban yang meninggal dunia adalah syahid, pejuang-pejuang kedaulatan yang insya Allah seluruh dosanya diampuni oleh Allah,” tuturnya.

Kepala Staf Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan turut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap keluarga prajurit yang gugur.

“Kehadiran Bapak di tengah-tengah kami hari ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian bagi para pejuang kedaulatan Republik Indonesia. Kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas perhatian kepada para ahli waris prajurit,” ucap Suherlan.

Sebelumnya, sebanyak 23 prajurit Jalasena Korps Marinir meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi saat pelaksanaan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI–PNG di wilayah Cisarua pada Sabtu (24/1/2026).

Selain kepada prajurit militer, Kementerian Sosial juga telah menyalurkan santunan kepada 23 korban sipil yang terdampak bencana serupa. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono pada Jumat (6/2/2026), dengan nominal Rp15 juta untuk masing-masing ahli waris.

Kemensos memastikan proses pendataan korban lainnya masih berlangsung dan jumlah penerima santunan berpotensi bertambah seiring perkembangan di lapangan. Pemerintah juga berkomitmen terus memantau situasi guna memastikan seluruh korban mendapatkan haknya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net