fokus6.net, JAKARTA – Pemerintah resmi menyiapkan sejumlah kebijakan strategis menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas selama periode mudik.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Selasa (10/2/2026). Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari Paket Stimulus Ekonomi I-2026.

Teddy mengungkapkan salah satu kebijakan utama adalah pengaturan pola kerja yang lebih fleksibel bagi aparatur dan pekerja, yakni work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA).

“Work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) diberlakukan selama lima hari yaitu pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026,” tulis Teddy.

Menurutnya, kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas menjelang arus mudik sekaligus memberikan keleluasaan bagi masyarakat dalam mengatur perjalanan.

Tak hanya berfokus pada sektor transportasi dan pengaturan kerja, pemerintah juga menyiapkan program perlindungan sosial guna memperkuat kemampuan belanja masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan.

“Pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan,” jelas Teddy.

Program bantuan tersebut menyasar sekitar 35,04 juta keluarga penerima manfaat yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 4. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk program ini mencapai Rp11,92 triliun.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Jadwal Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia Tantang Iran