Hasil Cek Kesehatan Gratis di Banjarbaru, Gigi Berlubang dan Hipertensi Paling Dominan
fokus6.net, BANJARBARU – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Kesehatan mulai memotret kondisi kesehatan masyarakat jauh lebih jelas. Dari puluhan ribu warga yang mengikuti pemeriksaan, sejumlah persoalan kesehatan masih mendominasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr Juhai Trianty Agustina, menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG telah dimulai sejak 10 Februari 2025 dan dilaksanakan serentak di seluruh puskesmas di Banjarbaru.
“Program Cek Kesehatan Gratis ini kami jalankan selama satu tahun penuh di seluruh puskesmas yang ada di Kota Banjarbaru,” ujar Juhai.
Sepanjang pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan tersebut telah menjangkau 53.461 warga yang tersebar di lima kecamatan. Jumlah tersebut setara dengan 19,18 persen dari total penduduk Kota Banjarbaru.
“Pada tahun 2025, CKG telah diikuti 53.461 orang atau sekitar 19,18 persen dari jumlah penduduk Banjarbaru,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, Dinas Kesehatan mencatat penyakit yang paling banyak ditemukan pada peserta CKG usia 18 tahun ke atas adalah karies gigi atau gigi berlubang. Angkanya mencapai 51,85 persen dari total peserta dewasa.
Selain itu, kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi juga cukup tinggi, yakni sebesar 32,08 persen pada kelompok usia dewasa. Sementara itu, masalah obesitas tercatat pada 24,87 persen peserta CKG.
“Temuan ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi dan penyakit tidak menular masih menjadi tantangan utama di masyarakat,” ungkap Juhai.
Untuk kelompok anak usia sekolah dan remaja, hasil CKG juga menunjukkan kondisi yang perlu menjadi perhatian. Sebanyak 29,53 persen anak dan remaja teridentifikasi berisiko terpapar asap rokok, sementara 4,97 persen di antaranya tercatat sudah merokok.
Tak hanya itu, skrining kesehatan jiwa menunjukkan bahwa 26,58 persen peserta anak dan remaja mengalami gejala yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Masalah kesehatan lain yang cukup menonjol pada kelompok usia ini adalah karies gigi dengan angka mencapai 63,89 persen. Kurangnya aktivitas fisik juga terbilang tinggi, yakni sebesar 64,39 persen, disusul kasus hipertensi yang mencapai 22,77 persen.
Juhai menegaskan, hasil CKG ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah promotif dan preventif ke depan.
“Data ini akan menjadi acuan kami dalam menyusun program kesehatan yang lebih tepat sasaran, baik untuk pencegahan maupun penanganan lanjutan,” pungkasnya.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan