fokus6.net, JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menyerukan ajakan spiritual kepada umat Islam di seluruh Indonesia untuk memperkuat doa, zikir, dan munajat demi keselamatan bangsa. Seruan ini disampaikan sebagai respons atas berbagai tantangan dan ujian yang tengah dihadapi negeri.

Ajakan tersebut disampaikan dalam acara bertajuk Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa yang digelar bersamaan dengan pengukuhan dan ta’aruf pengurus MUI masa khidmat 2025–2030. Kegiatan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), dengan suasana yang sarat kekhusyukan.

Dalam sambutannya, KH Anwar Iskandar menekankan pentingnya ikhtiar batin sebagai pelengkap ikhtiar lahir dalam menjaga keutuhan dan keselamatan Indonesia. Ia mengajak umat Islam untuk tidak lelah memanjatkan doa kepada Allah SWT.

“Kita datang untuk mengetuk pintu langit, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memohon agar Indonesia tercinta senantiasa diselamatkan dari berbagai cobaan,” ujar KH Anwar, sebagaimana dilaporkan MUI Digital.

Pengasuh Pesantren Al Amien Kediri itu menegaskan bahwa doa bagi keselamatan bangsa harus menjadi amalan yang terus hidup di tengah umat. Ia berharap munajat tidak hanya dilakukan dalam momen tertentu, tetapi menjadi bagian dari keseharian umat Islam.

“Doa keselamatan bangsa jangan sampai terputus. Ia harus terus mengalir dari masjid, mushola, pesantren, hingga dalam setiap sholat yang kita dirikan,” katanya.

Menurut KH Anwar, munajat merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang memiliki kekuatan besar dalam membangun ketenangan batin sekaligus mempererat hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Dengan kedekatan itu, ia berharap bangsa Indonesia selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Selain doa dan zikir, Ketua Umum MUI juga mengingatkan pentingnya muhasabah atau introspeksi bersama. Ia menilai berbagai musibah yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari perbuatan manusia.

Baca juga  Prabowo Sebut Dana Umat Berpotensi Tembus Rp500 Triliun per Tahun, Siapkan Lembaga Khusus Pengelola

“Tidak ada musibah yang datang begitu saja. Semua berkaitan dengan perbuatan dan kesalahan manusia. Karena itu, kita perlu berhenti sejenak untuk bermuhasabah,” tuturnya.

Ia mengajak umat Islam untuk menjadikan muhasabah sebagai jalan memperbaiki diri, memperbanyak taubat dan istigfar, serta menumbuhkan kesadaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Acara munajat tersebut sekaligus menjadi momentum pengukuhan jajaran pengurus MUI periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan KH Anwar Iskandar. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan posisi MUI sebagai rumah besar umat Islam Indonesia.

“MUI bukan milik kelompok tertentu. MUI adalah milik seluruh umat Islam dan menjadi bagian dari perjalanan kebangsaan Indonesia,” ujarnya.

Melalui doa dan munajat yang terus dipanjatkan, umat Islam berharap Allah SWT melimpahkan keberkahan, ampunan, dan perlindungan, serta menuntun Indonesia menuju kehidupan bangsa yang aman, bersatu, dan diridhai-Nya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net