APBD 2026 Kena Pangkas Rp400 M, Yamin Sebut Mobil ‘Premium’ untuk Kadis dan Camat Tetap Skala Prioritas Belanja
fokus6.net, BANJARMASIN – Sejumlah kepala dinas hingga camat lingkup Pemko Banjarmasin menerima fasilitas mewah berupa mobil listrik merek BYD Atto 1 Premium.
Mobil dengan label ramah lingkungan itu terbilang produk baru. Dilansir dari berbagai sumber di mesin pencari, BYD Atto 1 Premium resmi diluncurkan di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Pembelian mobil listrik tersebut, menurut Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin sudah sesuai skala prioritas belanja yang ditetapkan.
Ia bahkan secara lugas mengklaim pembelian kendaraan baru itu sejalan dengan kebijakan nasional dan diproyeksikan untuk jangka panjang.
“Ini juga merupakan kebijakan nasional sebenarnya. Pastinya tidak ada oli dan bensin lagi kan. Ini kita pastikan untuk pengurangan itu, serta memang kita inginnya ini adalah transisi penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya kepada awak media, Senin (9/2/2026).
Selain hemat ongkos operasional, Yamin juga mengklaim pembelian itu punya nilai plus, jika dibandingkan dengan skema sewa yang selama ini diterapkan Pemko Banjarmasin.
Dirinya juga berpandangan, ke depan mobil-mobil tersebut bisa jadi ‘cuan’ PAD. Caranya, yakni dengan melelang saat usia kendaraan sudah masuk 5 tahun.
“Ini kita beli, lalu efisiensi BBM, ramah dan lingkungan, lalu setelah 5 tahun akan kita jual, kita lelang, maka kita akan ada lagi PAD untuk Pemerintah. Jadi anggap aja ini suatu bagian, daripada sewa unit, malah lebih murah dan efisien,” terang politisi Gerindra itu.
Mengutip laman https://sirup.inaproc.id/sirup/rekap/penyedia/D214, Pemko Banjarmasin melalui Bagian Umum membeli total 21 unit BYD Atto 1 dengan metode E-purchasing pada Januari 2026.
Paket dengan kode RUP 63614318 itu dilengkapi keterangan pagu Rp5.250.000.000 bersumber dari APBD 2026. Itu artinya, per unit mobil bernilai Rp250 juta.

Pembelian mobil premium itu jelas saja memicu polemik di publik, terlebih kondisi keuangan Pemko Banjarmasin yang terdampak efisiensi anggaran.
Sebelumnya pemerintah pusat memangkas dana transfer untuk Banjarmasin hingga 28 persen.
Dibanding tahun lalu, maka APBD Banjarmasin terpangkas sekitar Rp400 miliar, sehingga pada 2026 nilainya genap jadi Rp1 triliun.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan