fokus6.net, JAKARTA – Perjalanan hidup sering menghadirkan kejutan yang tak terduga, dan hal itu baru saja terjadi dalam industri musik global. Central Cee, rapper ternama asal London yang dikenal lewat dentuman UK drill dan lirik-lirik keras soal realitas jalanan, mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya telah menjadi seorang Muslim dan mengganti namanya menjadi Akil.

Pengakuan ini disampaikan dalam suasana santai namun penuh makna melalui siaran langsung Instagram bersama PlaqueBoyMax, yang kemudian menjadi perhatian luas media dan penggemar di seluruh dunia. “Saya baru saja mengganti nama saya dan mengucapkan syahadat. Saya sekarang seorang Muslim,” ujar Central Cee seperti dilaporkan oleh Mille World dan dikutip fokus6.net, Minggu (8/2/2026). Dalam versi lain dari siaran itu, ia juga menyatakan, “Saya baru saja mengganti nama dan mengucapkan syahadat, sekarang saya seorang Muslim.”

Kalimat singkat tersebut menandai babak baru dalam kehidupan Oakley Neil Caesar-Su — nama lahir Central Cee — yang memilih identitas spiritual yang berbeda di tengah sorotan industri hiburan yang penuh gemerlap.

Jejak Spiritualitas yang Sudah Terlihat

Sebelum pengakuan resmi ini, Central Cee tidak pernah secara terang-terangan menyatakan afiliasi agamanya. Namun, penggemar lama dan pemerhati musik sempat menangkap jejak-jejak Islam dalam beberapa karya musiknya, seperti dalam lagu Doja yang memuat istilah dan referensi bernuansa Islam. Sejak 2022, spekulasi tentang ketertarikan religiusnya semakin menguat, bahkan ada yang mengaku melihatnya hadir di masjid bersama rekan-rekannya. Kini semua itu dikonfirmasi langsung oleh dirinya.

Latar Belakang Multikultural dan Pencarian Identitas

Central Cee lahir pada 4 Juni 1998 di London, dari ibu berdarah Inggris dan ayah berketurunan Guyana–Tiongkok. Setelah orang tuanya berpisah saat ia berusia tujuh tahun, ia dibesarkan oleh sang ibu bersama dua adik laki-lakinya di Shepherd’s Bush, London Barat — sebuah lingkungan urban yang keras namun kaya dengan dinamika budaya. Latar belakang multikultural ini sering disebut sebagai fondasi karakter Cee yang cair, terbuka, dan terus mencari makna hidup yang lebih dalam. Bagi banyak mualaf di Barat, Islam sering muncul sebagai jawaban atas pencarian jati diri tersebut.

Baca juga  Dewan Dakwah Apresiasi Putusan MK soal UU Perkawinan

Dari Jalanan ke Panggung Dunia

Karier musik Central Cee dimulai sejak 2014 lewat serial Fire in the Streets. Namanya mulai mencuri perhatian setelah tampil dalam Ain’t On Nuttin Remix (2015) bersama J Hus dan musisi lain. Titik balik kariernya hadir pada 2020 melalui lagu Day in the Life yang melambungkan namanya dalam skena UK drill dan membuatnya menjadi pusat perhatian di kancah musik global.

Kini, setelah menapaki puncak karier, perjalanan hidupnya memasuki fase baru yang jauh lebih personal namun berdampak luas.

Hip-Hop dan Islam: Sebuah Hubungan Panjang

Keputusan Akil bergabung dengan Islam menempatkannya dalam barisan panjang musisi hip-hop yang menavigasi antara iman dan ketenaran. Sejarah mencatat nama-nama seperti Lupe Fiasco, Q-Tip, Jay Electronica, Busta Rhymes, Kevin Gates, hingga Pa Salieu sebagai figur yang juga menemukan kedalaman spiritual dalam kehidupan mereka. Relasi antara hip-hop dan Islam telah terjalin sejak awal budaya ini muncul — sebagai suara komunitas yang mencari makna, keadilan, dan identitas.

Nama Baru, Arti Baru

Memilih nama Akil, yang bermakna “bijaksana” atau “cerdas”, bukan sekadar perubahan administratif, tetapi pernyataan arah hidup yang baru. Di tengah dunia yang sering riuh dengan kontroversi dan sensasi, pengumuman Akil terasa tenang namun sarat dampak.

Ia tidak berkhotbah kepada publik. Ia juga tidak menolak masa lalunya. Akil hanya menyampaikan satu hal sederhana namun mendalam: dirinya kini seorang Muslim — sebuah babak baru yang menjadi inspirasi sekaligus simbol perjalanan spiritual yang menemukan jalannya sendiri di luar panggung gemerlap musik dunia.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net