Kejagung Siap Panggil Eks Pimpinan BUMN Terduga Korupsi
fokus6.net, JAKARTA – Kejaksaan Agung memastikan akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dugaan praktik korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penegak hukum membuka peluang memanggil para mantan pimpinan BUMN apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam tindak pidana tersebut.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa peringatan Presiden menjadi perhatian serius. Namun, setiap langkah hukum tetap akan berlandaskan bukti serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
“Tentunya peringatan dari Bapak Presiden selaku pimpinan akan kami perhatikan. Kami akan menindaklanjuti dengan tetap berdasarkan alat bukti yang ada dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Anang kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, berakhirnya masa jabatan tidak menghapus tanggung jawab hukum seseorang. Jika terbukti melakukan korupsi saat masih menjabat, mantan pejabat BUMN tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
“Ini menjadi peringatan bagi para pejabat BUMN bahwa pertanggungjawaban pidana tidak bisa lepas seiring selesainya jabatan. Kami akan profesional, apalagi mendapat dukungan dari Presiden,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melontarkan pesan tegas kepada para petinggi BUMN agar tidak bermain-main dengan praktik korupsi yang berpotensi merugikan negara. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, ia menegaskan aparat penegak hukum siap bertindak terhadap siapa pun yang melanggar.
“Saya katakan, pimpinan BUMN yang dulu harus tanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” tegas Prabowo.
Presiden juga menolak anggapan bahwa peringatannya sekadar retorika. Ia memastikan penegakan hukum akan dilakukan tanpa kompromi. “Kan mereka mengejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut mengingatkan para pejabat agar menghentikan praktik korupsi karena dampaknya tidak hanya menimpa pelaku, tetapi juga keluarga mereka. “Saya paling kasihan kalau saya lihat tokoh atau kawan diborgol, pakai baju oranye. Kasihan anak istrinya,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan waktu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. “Sudahlah, kita semua sebentar lagi dipanggil. Jadi lebih baik berbuat kebaikan, lebih mulia,” tuturnya.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan