fokus6.net, BANJARMASIN – Film Jendela Seribu Sungai, yang mengangkat budaya dan perjuangan anak-anak asli Banjarmasin sukses puncaki kategori Film Anak pada layanan streaming berlangganan Netflix.

Kabar membanggakan itu diketahui dari unggahan Instagram Story sang Produser Eksekutif sekaligus Wali Kota Banjarmasin 2 periode Ibnu Sina, pada Minggu (8/2/2026).

“Alhamdulillah. Selamat untuk seluruh sineas di balik layar @jssmovie, kerja luar biasa filmnya masuk TOP10 @netflix hari ini, dan No.1 untuk kategori film anak,” tulisnya lewat unggahan yang disertai cuplikan layar memperlihatkan film JSS didapuk sebagai Film Anak No. 1 Hari ini.

Tangkapan layar Instagram Story @ibnusina

Film Jendela Seribu Sungai sendiri mulai tayang dilayanan streaming berlanggang tersebut sejak 5 Februari 2026.

Sebelumnya, Jendela Seribu yang dibintangi aktor dan aktris papan atas itu diputar di bioskop-bioskop di Tanah Air pada 20 Juli 2023.

Produksi film hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Radepa Studio ini juga jadi hadiah bagi Kota Banjarmasin yang merayakan hari jadinya yang ke-497.

Film keluarga ini juga ditayangkan dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Film drama keluarga petualangan anak-anak dengan spirit memberikan inspirasi dan memotivasi untuk mewujudkan cita-cita dan harapan mereka.

Jendela Seribu Sungai merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama. Selain inspiratif, film Jendela Seribu Sungai menghadirkan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, pendidikan, juga wajah ‘seribu sungai’ Banjarmasin yang sangat eksotik dan menawan. 

Film Jendela Seribu Sungai mengangkat isu umum yang kerap dihadapi  keluarga-keluarga Indonesia. Jendela Seribu Sungai mengisahkan tentang tiga orang anak, yakni Bunga (Sheryl Drisanna Kuntadi), Kejora (Halisa Naura), dan Arian (Bima Sena) yang tinggal di tepi aliran Sungai Martapura, Banjarmasin.

Mereka menyimpan cita-cita yang tersandera oleh keinginan dan harapan orangtua. Bunga yang berkebutuhan khusus harus mengubur dalam-dalam cita-citanya sebagai penari. Arian ingin meneruskan tradisi seniman kuriding, namun, Abah meminta hanya menjadikannya sebagai hobi hingga Kejora yang pandai matematika dipaksa meneruskan tradisi keluarga sebagai balian (dukun).

Selain tiga tokoh utama tersebut, beberapa pemain lainnya yakni Mathias Muchus (Awat), Ariyo Wahab (Abah Arian), Baim (Damang Isman), Olla Ramlan (Uma Arian), Bopak Castello (Daim), Agla Artalidia (Guru Sheila), dan Ajil Ditto (Arian Dewasa). Film itu juga turut dimeriahkan oleh penampilan vokalis band Radja, Ian Kasela sebagai cameo.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net