fokus6.net, JAKARTA – Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi mereka yang menjaganya dengan kerja keras dan keyakinan. Prinsip inilah yang seolah tergambar dalam perjalanan hidup Nadhira Afifa, seorang dokter muda asal Indonesia yang berhasil menembus panggung pendidikan dunia sekaligus mendedikasikan dirinya bagi masyarakat.

Nadhira lahir di Jakarta dari keluarga berdarah Minangkabau dan tumbuh dengan kepercayaan bahwa batas terbesar manusia hanyalah cara berpikirnya sendiri. Nilai tersebut menjadi pegangan dalam setiap langkahnya, mulai dari menempuh pendidikan hingga mengabdikan ilmu di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Batasan terbesar sering kali bukan keadaan, melainkan pikiran kita sendiri,” menjadi keyakinan yang terus ia pegang sepanjang perjalanan akademiknya.

Nama Nadhira semakin dikenal setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Tidak berhenti di sana, ia melanjutkan studi magister di Harvard University melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sebuah pencapaian yang menuntut ketekunan sekaligus kemampuan bersaing di tingkat global.

Pengakuan internasional datang pada tahun 2020 ketika ia didapuk sebagai commencement speaker dalam wisuda Harvard. Kesempatan tersebut tergolong langka, terlebih bagi mahasiswa internasional, karena hanya diberikan kepada sosok yang dinilai memiliki kapasitas intelektual, integritas, serta jiwa kepemimpinan kuat. “Kesempatan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang membawa nama Indonesia ke ruang yang lebih luas,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran 14 Maret 1995 itu mengawali pendidikan menengah di SMPN 1 Bekasi dan SMAN 1 Bekasi sebelum diterima di Fakultas Kedokteran UI. Sejak muda, rekam jejaknya menunjukkan konsistensi dalam mengejar prestasi sekaligus memperluas pengalaman profesional.

Sebagai dokter, Nadhira pernah bertugas di Nusa Tenggara Barat dengan membuka praktik dokter umum serta aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dedikasinya di sektor publik juga terlihat ketika ia dipercaya menjadi staf eksekutif di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2021.

Baginya, ilmu tidak seharusnya berhenti di ruang kelas atau klinik. Ia memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi pengetahuan kesehatan sekaligus pengalaman belajar di luar negeri. “Media sosial bisa menjadi jembatan ilmu jika digunakan dengan tujuan yang benar,” tuturnya.

Melalui kanal YouTube miliknya, Nadhira berhasil menjangkau ratusan ribu orang. Akunnya telah memiliki lebih dari 267 ribu pelanggan dengan total jutaan penayangan, menandakan besarnya minat publik terhadap konten edukasi yang ia hadirkan.

Kepeduliannya terhadap pendidikan juga diwujudkan lewat pendirian Limitless Foundation atau Yayasan Gapai Tanpa Batas. Organisasi nirlaba tersebut membantu pelajar Indonesia memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, baik melalui dukungan finansial maupun informasi. “Prestasi seharusnya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi menjadi jalan untuk membantu orang lain tumbuh,” katanya.

Saat menempuh studi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Nadhira memilih fokus pada kesehatan masyarakat dengan konsentrasi nutrisi. Pilihan ini mencerminkan keinginannya untuk memberi dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi kualitas hidup masyarakat.

Perjalanan Nadhira juga menegaskan pentingnya dukungan keluarga serta lingkungan yang membangun rasa percaya diri. Dengan fondasi tersebut, mimpi besar bukan lagi sekadar angan, melainkan target yang dapat diraih melalui ketekunan.

Sebagai perempuan keturunan Minang yang mampu bersinar di tingkat internasional, keberhasilan Nadhira menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Kisahnya memperlihatkan bahwa nilai hidup, pengetahuan, dan kerja keras dapat berjalan beriringan untuk membuka peluang tanpa batas.

Kiprah Nadhira Afifa diharapkan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda agar berani bercita-cita tinggi tanpa melupakan akar budaya dan kepedulian terhadap sesama. “Bermimpilah setinggi mungkin, lalu iringi dengan usaha dan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net