Prabowo Serukan Perubahan Diri dan Perang Melawan Korupsi di Hadapan Ribuan Umat di Istiqlal
fokus6.net, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perubahan sebuah bangsa harus diawali dari perubahan individu. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), di hadapan puluhan ribu jamaah.
Dalam pidatonya, Prabowo mengutip Al-Qur’an surat Ar Ra’d ayat 11 sebagai pengingat bahwa nasib suatu kaum tidak akan berubah tanpa adanya kemauan untuk memperbaiki diri.
“Kita harus ingat firman Allah dalam Surat Ar Ra’d ayat 11, bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak berupaya mengubah keadaan mereka sendiri,” ujarnya di depan sekitar 58.000 umat Muslim.
Tegas Lawan Korupsi
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmennya untuk memerangi korupsi demi melindungi kekayaan negara serta menegakkan keadilan.
“Kita wajib menjaga republik ini dan seluruh kekayaan bangsa. Karena itu, kita harus berani memberantas korupsi dari tanah air,” tegasnya.
Prabowo mengakui, langkah membersihkan praktik korupsi bukan perkara mudah. Ia menyebut setiap upaya penegakan hukum kerap mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang merasa terancam.
“Setiap kali kita ingin menegakkan hukum dan keadilan, selalu ada kelompok koruptor yang menyerang balik. Mereka berusaha memecah belah karena tidak menginginkan pemerintahan yang bersih,” katanya.
Meski menghadapi tekanan, Prabowo memastikan dirinya tidak akan mundur dalam menjalankan amanah tersebut.
“Saya tidak akan ragu, tidak akan mundur selangkah pun. Dukungan ulama memberi saya keberanian dan keyakinan bahwa persatuan ulama dan umara akan membawa keadilan bagi Indonesia,” ungkapnya.
Persatuan Jadi Kunci Keselamatan Bangsa
Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa persatuan merupakan fondasi utama untuk menjaga masa depan negara. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghapus kecurigaan dan permusuhan yang dapat memecah belah bangsa.
“Keselamatan bangsa hanya dapat tercapai jika kita bersatu. Hilangkan prasangka, lupakan kebencian, dan tinggalkan perbedaan masa lalu,” pesannya.
Menurutnya, perbedaan dan persaingan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun setelah itu, masyarakat harus kembali bersatu demi kepentingan yang lebih besar.
“Perbedaan itu baik, persaingan juga baik. Tetapi setelahnya mari bersatu dalam doa dan tekad untuk keselamatan bangsa. Kita harus saling menghormati semua umat dan semua golongan,” tutup Prabowo.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan