fokus6.net, JAKARTA – Wacana mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menghangat meski masih beberapa tahun lagi. Partai-partai dalam koalisi pemerintahan disebut berpotensi bersaing memperebutkan posisi calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto. Situasi ini muncul seiring menguatnya dukungan agar Prabowo kembali maju untuk periode kedua, namun tanpa secara jelas menyertakan nama Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai sinyal tersebut terlihat dari sikap sejumlah partai, termasuk Gerindra, yang belum membahas figur pendamping Prabowo.

“Bisa saja wilayah pertarungannya nanti adalah perebutan siapa yang akan menjadi cawapres Prabowo 2029. Saya melihat Prabowo memberi ruang bagi banyak tokoh untuk menunjukkan kapasitasnya,” ujar Iwan dikutip fokus6.net dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, koalisi pemerintah saat ini memiliki banyak figur yang dinilai layak maju. Ia bahkan menyebut sejumlah nama yang berpotensi masuk bursa.

“Tokoh-tokoh seperti AHY, Puan Maharani, Zulkifli Hasan, Bahlil, hingga Gibran berpeluang muncul. Namun biasanya pada awal 2028 peta akan mulai mengerucut, termasuk siapa yang berpotensi menjadi penantang Prabowo,” jelasnya.

Iwan juga menilai dorongan agar Prabowo memimpin dua periode bukan hal berlebihan. Apalagi, Gerindra kini berada di posisi strategis dalam pemerintahan.

“Puncak pencapaian partai politik adalah memenangkan Pilpres, jadi dua periode itu sah saja. Jika elektabilitas Prabowo masih di atas 70 persen mendekati 2029, lawan pun akan berpikir ulang untuk bertarung,” katanya.

Gerindra Gaungkan Prabowo Dua Periode

Seruan dukungan terhadap Prabowo kembali maju datang dari Ketua Harian Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ajakan itu disampaikan saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-18 Gerindra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca juga  Kebakaran Hebat di Karang Taruna Pelaihari, 7 Rumah Warga Ludes Terbakar

“Sayangilah, bantulah, dan dukunglah terus-menerus pemerintahan Prabowo ini untuk Indonesia yang lebih baik,” ucap Muzani di hadapan para kader.

Ia bahkan memimpin yel-yel yang langsung disambut peserta acara.

“Saya tanya Gerindra, jawabannya menang. Prabowo jawabannya Presiden. Presiden jawabannya dua periode!” serunya, yang kemudian diikuti para kader.

Posisi Cawapres Masih Kosong

Meski dukungan terhadap Prabowo terus menguat, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, memastikan belum ada pembicaraan mengenai calon wakil presiden.

“Kita belum pernah membuka pembicaraan itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, partai saat ini masih fokus mengawal program pemerintah. Menurutnya, perjalanan politik menuju 2029 masih panjang dan penuh dinamika.

“Perjuangan ini masih panjang. Program-program yang diluncurkan oleh Pak Presiden harus terus kita kawal kesuksesannya,” jelas Sugiono.

Dukungan Jokowi Kembali Menguatkan Isu

Pembahasan Pilpres 2029 semakin ramai setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka mendukung pasangan Prabowo-Gibran untuk melanjutkan kepemimpinan hingga periode 2029–2034.

“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Dengan berbagai manuver politik yang mulai terlihat, bursa cawapres diprediksi akan menjadi arena persaingan baru di internal koalisi. Meski demikian, peta kekuatan masih sangat dinamis dan berpotensi berubah seiring perkembangan politik nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net