fokus6.net, JAKARTA — Aparat kepolisian menjadwalkan pemanggilan terhadap komika Pandji Pragiwaksono untuk dimintai klarifikasi atas materi stand up comedy berjudul Mens Rea yang belakangan menuai kontroversi. Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul masuknya sejumlah laporan masyarakat ke Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa undangan klarifikasi telah dilayangkan kepada Pandji. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

“Betul, yang bersangkutan diundang untuk klarifikasi pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 10.00 WIB,” ujar Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Budi mengungkapkan, hingga saat ini Polda Metro Jaya telah menerima enam laporan polisi yang berkaitan dengan materi dalam pertunjukan Mens Rea. Seluruh laporan tersebut masih berada pada tahap penyelidikan awal.

“Total ada enam laporan, dan semuanya masih kami dalami,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, membenarkan adanya proses hukum yang sedang berjalan. Ia tidak menampik bahwa laporan-laporan tersebut muncul setelah cuplikan dan rekaman pertunjukan komedi itu ramai diperbincangkan di ruang publik.

“Ya, kita tahu memang ada beberapa laporan yang masuk,” ucap Haris.

Haris menjelaskan, pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memperjelas duduk perkara. Berdasarkan informasi yang ia terima, jumlah saksi yang telah diperiksa mencapai belasan orang.

“Kalau update yang kami dengar dari pemberitaan, penyidik sedang memeriksa sekitar 17 saksi. Selebihnya silakan konfirmasi langsung ke polisi,” tuturnya.

Di sisi lain, Pandji menanggapi polemik yang berkembang dengan menekankan bahwa setiap karya seni terbuka terhadap penilaian publik. Menurutnya, perbedaan sudut pandang adalah hal yang tak terpisahkan dari dunia kreatif.

“Saya rasa semua orang berhak punya opini. Ketika sebuah karya sudah dirilis ke publik, wajar kalau kemudian muncul berbagai tanggapan,” kata Pandji.

Baca juga  Pria Mengaku Polisi Diduga Aniaya Operator SPBU di Cipinang

Ia menegaskan bahwa Mens Rea sejak awal dirancang sebagai pertunjukan komedi semata, tanpa tujuan lain selain menghibur penonton. Pandji menyebut konsep dan penyajiannya memang ditujukan untuk konsumsi hiburan.

“Bagi saya, ini murni pertunjukan komedi. Desainnya memang untuk menghibur masyarakat,” ujarnya.

Pandji mengakui dirinya telah memperkirakan akan ada reaksi dari publik, terlebih setelah Mens Rea sempat menduduki posisi teratas tayangan paling populer di Netflix Indonesia. Namun, ia tidak menduga respons tersebut berkembang menjadi perdebatan yang begitu tajam.

“Saya sudah memperkirakan akan ada respons. Tapi yang saya bayangkan, responsnya ya karena orang terhibur,” katanya.

Meski menuai kritik keras di samping pujian, Pandji memilih menerima semua tanggapan tersebut sebagai konsekuensi dari berkarya. Ia menilai dinamika pendapat merupakan hal lumrah dalam seni pertunjukan.

“Kalau akhirnya jadi seperti ini, saya terima saja. Perbedaan pendapat itu wajar,” ucapnya.

Terkait salah satu laporan yang menyebut adanya dugaan penistaan agama, Pandji menyatakan sikap hormat terhadap proses hukum yang berjalan. Ia memandang pelaporan tersebut sebagai bagian dari hak warga negara.

“Mungkin mereka sedang menjalankan hak konstitusionalnya. Saya ikuti saja prosesnya,” pungkas Pandji.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus