fokus6.net, BANJARMASIN — Program pembinaan berbasis perikanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin kembali menunjukkan hasil nyata.

Dari kolam budidaya yang dikelola di dalam lapas, sebanyak 75 kilogram ikan patin berhasil dipanen pada Sabtu (31/1/2026) akhir pekan lalu, setelah melalui masa pemeliharaan sekitar empat bulan.

Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin bersama jajaran pejabat struktural, di antaranya Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, serta Wali Pemasyarakatan Blok E, Muhammad Isnandar.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin menjelaskan bahwa panen kali ini belum dilakukan secara menyeluruh.

Sebagian ikan patin masih dipertahankan di kolam untuk proses pembesaran lanjutan agar bobotnya semakin optimal.

“Panen hari ini belum semuanya. Masih ada ikan yang kami pelihara kembali dan diperkirakan bisa dipanen dalam dua hingga tiga bulan ke depan,” kata Kalapas.

Kolam patin tersebut dikelola oleh warga binaan dari Blok Echo dengan pendampingan intensif petugas pemasyarakatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang perikanan.

Selain sebagai sarana pelatihan kerja, panen ikan patin ini juga menjadi bentuk kontribusi Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam mendukung program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya terkait penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi fasilitas yang tersedia di lingkungan lapas.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menuturkan bahwa program budidaya ikan patin dijalankan secara berkelanjutan dan melibatkan warga binaan sejak tahap awal.

“Warga binaan kami libatkan dari awal, mulai dari penebaran benih, perawatan harian, pemberian pakan, sampai panen. Harapannya, mereka punya keterampilan yang benar-benar bisa diterapkan nanti,” ujarnya.

Baca juga  Pemancing Hilang di Perairan Sampanahan Kotabaru Ditemukan Meninggal, Basarnas Tutup Operasi SAR

Salah satu warga binaan yang terlibat, Maulana, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

Menurutnya, kegiatan budidaya ikan patin memberikan pengalaman baru sekaligus melatih kedisiplinan.

“Di sini kami belajar cara merawat ikan dengan baik dan bekerja lebih teratur. Ilmu ini bisa jadi bekal ketika kami kembali ke masyarakat,” tutur Maulana.

Melalui program perikanan ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkesinambungan, sejalan dengan kebijakan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada kemandirian warga binaan serta dukungan terhadap ketahanan pangan.