Puluhan Warga Hulu Sungai Utara Diduga Keracunan Usai Santap Hidangan Resepsi Pernikahan
fokus6.net, HULU SUNGAI UTARA – Peristiwa dugaan keracunan massal menggegerkan warga Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Minggu (1/2/2026).
Insiden ini terjadi usai sebuah acara resepsi pernikahan yang dihadiri warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah tamu undangan mulai merasakan keluhan kesehatan tidak lama setelah mengonsumsi hidangan, terutama es buah yang disajikan dalam acara tersebut.
Keluhan yang paling banyak dirasakan adalah sakit perut, mual, dan lemas. Kondisi ini membuat puluhan warga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni RSUD Pambalah Batung dan Puskesmas Banjang.
Relawan setempat, Ramadhani, mengatakan pihak terkait langsung bergerak cepat begitu menerima laporan adanya warga yang diduga mengalami keracunan.
“Es buah yang dikonsumsi warga langsung diamankan dan dibawa untuk dilakukan uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan HSU bersama BPOM wilayah Tabalong,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak hanya es buah yang diperiksa. Beberapa jenis makanan lain yang disajikan dalam resepsi juga turut diambil sampelnya untuk memastikan sumber pasti keracunan.
“Ada beberapa sampel makanan selain es buah yang ikut diuji. Hasilnya masih menunggu dari laboratorium,” katanya.
Tim BPOM wilayah Tabalong juga turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Selain menelusuri makanan yang disajikan, tim BPOM turut mendatangi RSUD Pambalah Batung guna memantau kondisi para korban yang sedang menjalani perawatan.
Sementara itu, Kapolsek Banjang AKP Robby turut mendatangi RSUD Pambalah Batung untuk memastikan penanganan medis berjalan dengan baik.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, sebanyak 83 orang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.
“Untuk pasien yang dirawat di Puskesmas Banjang, jumlahnya sekitar 25 orang. Terdiri dari anak-anak, perempuan, satu laki-laki, dan satu ibu hamil. Alhamdulillah, seluruhnya sudah diperbolehkan pulang,” ujar AKP Robby.
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.
Proses penyelidikan dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirim oleh tim kesehatan dan BPOM.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan