fokus6.net, BARITO KUALA – Warga Desa Karya Baru, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala (Batola), masih bergulat dengan keterbatasan infrastruktur Batola yang belum pemerintah tangani secara menyeluruh. Jalan utama desa, jembatan penghubung, hingga fasilitas pertanian semuanya menjadi persoalan yang warga rasakan hingga kini.

Sekretaris Desa Karya Baru, Sangadi, mengungkapkan kerusakan jalan utama desa berlangsung cukup lama sebelum pemerintah memberikan penanganan sementara pada akhir 2025. Hingga kini jalan itu masih berupa lapisan batu koral dan belum kembali pemerintah aspal secara permanen.

Infrastruktur Batola: Jalan Satu-satunya Akses Warga Rusak 1,5 Tahun

Sangadi menjelaskan jalan itu memiliki peran vital karena menjadi satu-satunya akses penghubung Desa Karya Baru menuju Tapungan Pemurus dan wilayah Tabunganen Tengah. Tidak adanya jalur alternatif membuat warga sepenuhnya bergantung pada kondisi jalan tersebut.

“Dulu jalan ini sempat beraspal, tapi karena sering terendam air pasang dan kendaraan bermuatan berat sering melintas, aspalnya cepat rusak. Hampir satu setengah tahun kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Sangadi dikutip fokus6.net, Sabtu (31/1/2026).

Selain itu, dampak kerusakan jalan semakin warga rasakan saat banjir melanda. Buruh bangunan, pegawai P3K, dan pekerja harian kesulitan melintas dan kerap tidak tepat waktu tiba di tempat kerja.

“Keluhan warga cukup banyak. Apalagi kalau banjir, jalan ini sangat sulit dilewati dan jelas menghambat aktivitas kerja,” ucap Sangadi.

Pihak desa sebenarnya sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah. Sangadi berharap pengaspalan ulang yang pemerintah rencanakan pada April hingga Mei mendatang terealisasi sesuai jadwal dan berjalan menyeluruh.

Gagal Panen sejak 2024, Tanah Terlalu Asam

Lebih lanjut, warga Desa Karya Baru juga menghadapi gagal panen yang berlangsung sejak 2024 dan mencapai titik terparah tahun ini. Tingginya tingkat keasaman tanah menjadi penyebab utama padi tidak menghasilkan bulir meski tanaman tumbuh subur.

Baca juga  PT AGM Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

“Tanamannya memang tumbuh subur, tapi tidak berisi. Padi tidak menghasilkan bulir karena kondisi tanah yang terlalu asam,” jelas Sangadi.

Pemerintah sudah menyalurkan bantuan berupa penyemprotan lahan sebelum masa tanam serta pestisida, insektisida, dan pupuk gratis kepada petani. Namun warga berharap pemerintah terus mendampingi upaya pemulihan lahan secara berkelanjutan.

Jembatan Terputus, Warga Minta Konstruksi Lebih Kuat

Dengan demikian, persoalan infrastruktur Batola di Desa Karya Baru semakin lengkap dengan kondisi jembatan yang memprihatinkan. Dari dua jembatan yang sebelumnya warga gunakan sebagai akses, satu di antaranya kini sudah putus sehingga hanya satu jalur yang masih berfungsi.

Penerangan jalan juga belum merata meski sebagian titik sudah menggunakan lampu tenaga surya. Warga menilai pemerintah perlu menambah titik penerangan agar seluruh kawasan desa mendapat akses cahaya yang memadai.

“Kami sangat berharap jembatan yang tersisa ini bisa pemerintah bangun dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman, supaya tidak bernasib sama,” pinta Sangadi.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net