fokus6.net, HULU SUNGAI SELATAN – Film KUYANK produksi DHF Entertainment menuai apresiasi luas karena dinilai berhasil mengangkat kekayaan budaya, alam, dan kehidupan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, ke panggung perfilman nasional.

Film yang disutradarai sekaligus diproduseri oleh Johansyah Jumberan, sineas asal Negara Daha, menampilkan berbagai ikon khas daerah dalam sejumlah adegan, mulai dari Pasar Kandangan, rumah adat Banjar Balai Laki, hingga kehidupan sosial masyarakat Banua yang sarat nilai kearifan lokal.

Apresiasi tersebut mengemuka dalam acara Gala Premier Film KUYANK di Banjarmasin, sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten HSS, Senin.

Kepala Diskominfo HSS, Hendro Martono, menyebut kehadiran film KUYANK sebagai kebanggaan bagi masyarakat daerah sekaligus bukti bahwa sineas lokal mampu menembus industri film nasional.

“Film KUYANK menjadi kebanggaan bagi masyarakat HSS. Ini membuktikan bahwa putra daerah mampu berkarya dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Hendro.

Ia menambahkan, film tersebut bukan hanya karya hiburan, tetapi juga menjadi media efektif untuk memperkenalkan HSS kepada publik yang lebih luas, bahkan berpeluang dikenal hingga ke tingkat internasional.

“Melalui film, potensi daerah bisa dilihat dan dikenali banyak orang. KUYANK menjadi jendela bagi publik untuk mengenal HSS,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar HSS, Rony, menilai film KUYANK memiliki nilai strategis sebagai sarana promosi pariwisata dan budaya daerah.

“Keindahan alam HSS ditampilkan dengan sangat menarik. Kami berharap ke depan semakin banyak film yang mengambil lokasi di HSS, karena masih banyak potensi alam dan budaya yang belum terangkat, termasuk kawasan Loksado,” ungkap Rony.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian HSS, Edo, menekankan bahwa film KUYANK tidak hanya menyuguhkan visual daerah, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pelestarian budaya lokal.

“Film ini memuat nilai-nilai penting tentang menjaga budaya. Mulai dari pelaminan dan busana pengantin Banjar, seni madihin, hingga rumah adat Banjar Balai Laki, semuanya ditampilkan dan patut dilestarikan,” jelasnya.

Acara gala premier KUYANK turut dihadiri para camat dari wilayah Kandangan, Daha Selatan, dan Daha Barat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten HSS dan instansi terkait sebagai bentuk dukungan terhadap karya film yang mengangkat cerita lokal Banua ke layar lebar nasional.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net