fokus6.net, TANAH LAUT – Dugaan aktivitas pembukaan lahan di kawasan Gunung Mangguruh, Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, menjadi sorotan DPD MPAI My Darling.

Organisasi pemerhati lingkungan tersebut secara resmi menyurati Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Tanah Laut agar segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Langkah itu ditempuh menyusul temuan adanya aktivitas pembukaan lahan yang diduga akan digunakan untuk perkebunan kelapa sawit di wilayah yang disinyalir masuk kawasan hutan.

Aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, khususnya terhadap kelestarian sumber air bersih yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Ketua DPD MPAI My Darling, Muhammad Khaidir, mengatakan pihaknya mendorong KPH Tanah Laut untuk segera mengambil langkah cepat guna memastikan status kawasan serta menghentikan potensi kerusakan lingkungan.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, lokasi pembukaan lahan itu diduga berada di kawasan hutan. Karena itu kami meminta KPH Tanah Laut segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung,” ujar Khaidir dikutip dari keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan, pembukaan lahan di wilayah lereng gunung bukan persoalan sepele. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyangga lingkungan dan penjaga keseimbangan alam.

Khaidir juga menyoroti ancaman terhadap ketersediaan air bersih apabila tutupan hutan di sekitar Gunung Mangguruh berkurang akibat alih fungsi lahan.

“Kalau hutan dibuka lalu diganti dengan tanaman sawit, risikonya besar. Pepohonan yang menjaga resapan air hilang, dan ini bisa berdampak langsung pada sumber air bersih warga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tanah Laut, Agus Suparno, membenarkan telah menerima surat laporan dari DPD MPAI My Darling. Ia memastikan laporan tersebut akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Surat dari MPAI My Darling akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan. Setelah ada arahan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” kata Agus.

Pihak MPAI My Darling berharap peninjauan lapangan dapat segera dilakukan agar status kawasan menjadi jelas dan potensi kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Mangguruh dapat dicegah sejak dini.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net