fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, berdampak serius terhadap sektor pertanian.

Ribuan hektar sawah milik petani terendam air dan terancam gagal panen, salah satunya terjadi di Desa Sungai Raya, Kecamatan Pengaron.

Di desa tersebut, lahan sawah warga seluas sembilan hektar dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

Kondisi itu terekam dalam video amatir warga yang memperlihatkan hamparan tanaman padi terendam air dan tidak lagi dapat diselamatkan.

Menurut pengakuan warga yang merekam video, padi di lahan tersebut baru berusia sekitar satu bulan saat banjir datang.

Akibatnya, tanaman padi dipastikan tidak bisa dipanen dan petani harus menelan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, membenarkan adanya kerusakan lahan sawah akibat banjir di wilayah tersebut.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap seluruh lahan pertanian yang terdampak.

“Untuk Desa Sungai Raya, Kecamatan Pengaron, total luasan sawah yang terdampak banjir mencapai sembilan hektar. Saat ini semuanya sudah kami data,” ujar Warsita kepada fokus6.net, Rabu (28/1/2026).

Warsita menambahkan, kerusakan sawah tidak hanya terjadi di Desa Sungai Raya.

Sejumlah desa lain di Kabupaten Banjar juga mengalami kondisi serupa dengan luasan yang jauh lebih besar.

“Data sementara yang kami himpun, total sawah yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 1.200 hektar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dampak banjir ini membuat sebagian petani terpaksa menunda jadwal tanam padi berikutnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar apabila banjir kembali terjadi.

“Sebagian lahan yang seharusnya sudah ditanami terpaksa memundurkan jadwal tanam, menunggu kondisi lahan benar-benar aman,” pungkas Warsita.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net