fokus6.net, BANJARMASIN – Cuaca panas ekstrem masih dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam beberapa hari terakhir.

Suhu udara pada siang hari dilaporkan menembus 35 derajat Celsius, meski secara klimatologis wilayah ini masih berada dalam periode musim hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh minimnya pembentukan awan hujan serta masih terjadinya hari tanpa hujan di sejumlah wilayah Kalsel.

Akibatnya, intensitas penyinaran matahari berlangsung cukup tinggi, terutama pada rentang waktu siang hingga sore hari.

“Peningkatan suhu udara terjadi karena minimnya awan hujan dan dominannya penyinaran matahari. Kondisi ini menyebabkan panas terasa lebih menyengat meski masih berada di musim hujan,” tulis BMKG dalam rilis yang diterima fokus6.net, Senin (26/1/2026).

BMKG juga menyebutkan, hingga saat ini belum terdeteksi adanya gangguan atmosfer skala besar, seperti Madden Julian Oscillation (MJO), yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Selatan.

“Selain itu, posisi Kalimantan Selatan saat ini tidak berada pada jalur utama angin pembawa uap air, sehingga suplai kelembapan atmosfer untuk pembentukan awan hujan masih terbatas,” tulis BMKG.

Kondisi cuaca kering tersebut turut ditandai dengan terpantau sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Selatan.

Hal ini menjadi indikator meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan dampak yang mungkin ditimbulkan.

Meski demikian, BMKG memprakirakan cuaca panas ekstrem ini bersifat sementara dan berpotensi mereda dalam beberapa hari ke depan seiring dengan perubahan pola cuaca regional.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” tulis BMKG menutup rilisnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan Fokus6.net