fokus6.net, TANAH LAUT – Setelah beroperasi selama dua pekan, dapur umum milik Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut (Dinsos Tala), Kalimantan Selatan, resmi ditutup.

Penutupan dilakukan seiring kondisi banjir yang mulai surut di sejumlah wilayah terdampak.

Dapur umum yang terpusat di Gudang Logistik Dinas Sosial Tala tersebut telah beroperasi sejak awal Januari 2026.

Selama masa operasional, dapur umum menjadi penopang utama kebutuhan pangan ribuan pengungsi dan warga terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut.

Berdasarkan data, tercatat sebanyak 77.365 porsi nasi bungkus telah tersalurkan ke posko-posko banjir yang tersebar di Kecamatan Bumi Makmur, Bati-Bati, Kurau, Tambang Ulang, dan Pelaihari.

Subkoordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Tanah Laut, Wahyu Juari Sulistiono, mengatakan operasional dapur umum berakhir karena kondisi sebagian besar wilayah sudah surut.

“Selama dua pekan beroperasi, seluruh permintaan nasi bungkus dari posko-posko banjir dapat kami penuhi. Penutupan ini karena kondisi air di beberapa wilayah sudah berangsur surut dan aktivitas warga mulai kembali normal,” ujar Wahyu kepada fokus6.net, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, operasional dapur umum melibatkan puluhan relawan. Mereka adalah Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.

Seluruh pihak selalu sigap dalam memastikan kebutuhan makanan bagi warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Meski dapur umum telah berakhir, Wahyu menegaskan pihaknya tetap salurkan bantuan bagi warga terdampak banjir.

Namun, bantuan tidak lagi dalam bentuk makanan siap saji, melainkan bahan makanan kering.

“Penyaluran bantuan tetap kami lanjutkan dalam bentuk bahan makanan kering seperti beras dan mi instan. Terutama untuk wilayah yang hingga kini masih terdapat genangan air,” pungkasnya.

Baca juga  Usai Rekonstruksi, Polresta Banjarmasin Segera Limpahkan Berkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM ke Kejaksaan

Penulis/Reporter: Basuki Rahmat