Dicoret dari BPJS Kesehatan, Petugas Kebersihan DLH Banjarmasin Kecewa Penonaktifan Sepihak
fokus6.net, BANJARMASIN – Sejumlah petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengaku kaget setelah mengetahui kepesertaan mereka dalam program BPJS Kesehatan gratis dicoret oleh Pemerintah Kota Banjarmasin sejak awal 2026.
Pencoretan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan menuai protes dari para petugas yang selama ini bekerja dengan risiko tinggi.
Kebijakan pencoretan BPJS Kesehatan gratis ini tidak hanya berdampak pada warga umum, tetapi juga menyasar petugas kebersihan atau pasukan kuning yang setiap hari bersentuhan langsung dengan sampah dan berbagai potensi sumber penyakit.
Para petugas merasa sebagai pekerja lapangan dengan tingkat risiko tinggi, mereka seharusnya mendapat jaminan perlindungan kesehatan yang layak.
Kekecewaan semakin bertambah karena pencoretan dilakukan secara sepihak tanpa adanya sosialisasi sebelumnya.
Salah seorang petugas kebersihan DLH Kota Banjarmasin, Romliansyah, mengaku baru mengetahui status BPJS Kesehatan miliknya telah dinonaktifkan dari rekan sesama petugas yang hendak berobat.
Ia mengaku sangat terkejut karena selama ini tidak pernah menerima pemberitahuan ataupun sosialisasi terkait pencoretan kepesertaan tersebut.
“Saya tahunya dari kawan yang mau berobat. Setelah itu saya cek sendiri lewat aplikasi, ternyata memang sudah tidak terdaftar lagi sebagai peserta BPJS gratis. Rasanya seperti tersambar petir di siang bolong,” ujar Romliansyah ditemui fokus6.net, Senin (19/1/2026).
Ironisnya, pencoretan BPJS Kesehatan gratis tanpa sosialisasi ini membuat sebagian petugas kebersihan lain yang tengah menjalani pengobatan harus menanggung biaya kesehatan secara mandiri.
Seperti yang dialami Sulaiman, petugas kebersihan lainnya. Ia bahkan terpaksa membayar iuran BPJS secara mandiri karena sedang menjalani pengobatan.
“Saya sedang berobat, mau tidak mau harus bayar sendiri. Padahal gaji kami tidak besar, sekitar Rp2.450.000 per bulan. Ini jelas memberatkan,” kata Sulaiman.
Ia berharap pemerintah daerah bisa mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut, terutama bagi petugas kebersihan yang memiliki risiko kerja tinggi.
“Mohon dipertimbangkan lagi, kami sangat keberatan dengan kebijakan ini,” pintanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari sekitar 67 ribu peserta BPJS Kesehatan gratis yang dicoret oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, sekitar 1.500 orang di antaranya merupakan petugas kebersihan.
Mereka berasal dari berbagai bidang di bawah DLH Kota Banjarmasin, mulai dari persampahan hingga pertamanan.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan