fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Di tengah banjir yang tak kunjung surut, seorang warga Desa Bincau Muara, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memilih bertahan hidup di rumah meski kondisi serba terbatas.

Salah satu korban banjir, Idrus enggan pindah ke pengungsian karena khawatir harta benda dan hewan ternaknya tidak ada yang menjaga.

Banjir setinggi hampir setengah meter telah merendam ratusan rumah di Desa Bincau Muara sejak tiga pekan terakhir.

Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, namun bagi Idrus, hidup di tengah genangan air sudah menjadi keseharian yang terpaksa dijalani.

Dengan kaki terendam air, Idrus tampak tetap menjalani aktivitas di dalam rumah, termasuk sekadar menonton televisi.

Ia mengaku banjir yang merendam rumahnya belum juga surut, meski hujan sudah tidak turun dan tidak ada kiriman air dari wilayah hulu.

“Airnya tidak kunjung surut. Sudah hampir tiga minggu seperti ini, padahal hujan sudah tidak ada,” ujar Idrus kepada fokus6.net, Kamis (15/1/2026).

Selama bertahan di rumah, Idrus mengaku hanya bisa mengandalkan bantuan dari para dermawan maupun pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama makanan.

“Kalau untuk makan, ya berharap dari bantuan. Kami tidak bisa bekerja karena semua terendam,” katanya.

Idrus bukan satu-satunya warga yang memilih bertahan. Beberapa korban banjir lainnya juga enggan mengungsi, meski hampir tidak bisa beraktivitas akibat genangan air yang masih tinggi.

Alasan utama mereka enggan meninggalkan rumah adalah kekhawatiran terhadap keamanan harta benda serta hewan ternak yang ditinggalkan jika harus tinggal di posko pengungsian.

“Kalau kami mengungsi, siapa yang menjaga rumah dan ternak. Itu yang membuat kami memilih tetap di sini,” tambah Idrus.

Hingga kini, banjir masih merendam wilayah Desa Bincau Muara, dan warga berharap ada solusi agar air segera surut serta bantuan terus disalurkan untuk meringankan beban mereka.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net