fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Bencana banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terus meluas hingga Selasa (13/1/2026).

Sedikitnya lebih dari 20 desa terdampak, dengan ketinggian air yang kian meningkat dan melumpuhkan aktivitas warga.

Memasuki hari ke-22, banjir masih merendam puluhan desa di wilayah tersebut. Warga menyebut ketinggian air kini mencapai sekitar satu meter atau setara pinggang orang dewasa.

Kondisi ini membuat sebagian besar aktivitas masyarakat nyaris tidak dapat dilakukan.

Meski demikian, banyak warga korban banjir memilih bertahan di rumah dan tidak mengungsi ke posko pengungsian.

Mereka mengandalkan panggung kayu atau apar-apar untuk tetap bertahan di dalam rumah yang terendam air.

Salah satu warga terdampak, Khairi, mengatakan jarak posko pengungsian yang jauh menjadi alasan utama warga enggan mengungsi.

Selain itu, warga juga khawatir meninggalkan barang-barang berharga yang tidak bisa dibawa.

“Kalau ke posko pengungsian jauh dari rumah. Kami juga takut barang-barang di rumah dicuri kalau ditinggal,” ujar Khairi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sungai Tabuk, Ranuwaty Rosayulinda, menyebut jumlah pengungsi terus bertambah seiring meluasnya wilayah terdampak banjir. Hingga saat ini, pengungsi berasal dari sekitar 20 desa yang terendam.

“Jumlah pengungsi terus bertambah dari desa-desa terdampak. Kami terus berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak banjir dapat terpenuhi,” kata Ranuwaty.

Selain kesulitan beraktivitas, banjir juga mulai menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Hal ini dipicu oleh banyaknya perahu yang melintas di jalur darat dekat permukiman, sehingga menimbulkan gelombang air yang menghantam bangunan rumah.

Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie