fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, hingga awal Januari 2026 tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tetapi juga berdampak serius pada sektor pendidikan.

Ratusan fasilitas pendidikan terendam banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar mencatat, sebanyak 190 sekolah terdampak banjir dan tidak dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Sekolah-sekolah tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan tingkat genangan air yang bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai dua meter di beberapa lokasi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahri, mengatakan banjir yang merendam lingkungan sekolah membuat aktivitas belajar mengajar tidak memungkinkan dilakukan secara langsung.

“Dari hasil pendataan kami, ada 190 sekolah yang terdampak banjir di tujuh kecamatan. Kondisi ini memaksa sekolah-sekolah tersebut melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ujar Mahri, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan PJJ diberlakukan untuk sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdampak banjir, sebagai langkah agar proses pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

Mahri menambahkan, dampak banjir terhadap fasilitas pendidikan cukup signifikan.

Sebanyak 41 sekolah terdampak pada area halaman sekolah, sementara 149 sekolah lainnya terendam hingga ke ruang kelas.

“Untuk sekolah yang airnya sudah masuk ke ruang kelas, jelas tidak memungkinkan melakukan pembelajaran tatap muka karena faktor keselamatan dan kebersihan,” jelasnya.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar terus melakukan pemantauan kondisi sekolah serta berkoordinasi dengan pihak terkait, sambil menunggu banjir surut agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal.

Penulis/Reporter: Tim Liputan Fokus6.net