fokus6.net, BANJARMASIN — Bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan sejak akhir Desember 2025 mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Pengamat tata kota hingga wakil rakyat menilai pemerintah daerah belum maksimal dalam melakukan penanganan, baik dari sisi pencegahan maupun respons cepat terhadap peringatan dini.

Pengamat tata kota sekaligus Ketua Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO) Kalimantan Selatan, Nanda Febryan Pratamajaya, menilai parahnya dampak banjir kali ini menunjukkan lemahnya kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Menurutnya, pengalaman banjir besar pada 2021 seharusnya menjadi pelajaran penting.

“Pemerintah daerah semestinya sudah belajar dari banjir 2021 lalu. Respons terhadap peringatan dini BMKG harus cepat, bukan reaktif setelah bencana terjadi,” ujar Nanda kepada fokus6.net, Minggu (11/1/2026).

Ia menegaskan, selain kesiapsiagaan, pembenahan infrastruktur menjadi hal yang tidak bisa lagi ditunda. Sejumlah langkah konkret perlu segera dituntaskan untuk mengurangi risiko banjir ke depan.

“Pemerintah harus serius membenahi infrastruktur, mulai dari pembangunan tanggul, banjir kanal, hingga sistem pompanisasi. Ini penting agar dampak banjir tidak semakin parah,” katanya.

Sorotan juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, menilai hampir setahun masa kepemimpinan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin bersama wakilnya Ananda, belum menunjukkan solusi konkret dalam menangani persoalan banjir rob.

“Banjir rob ini bencana yang berulang. Seharusnya bisa ditangani dengan perencanaan yang matang agar tidak terus menghambat aktivitas warga,” kata Hilyah.

Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar wacana, untuk mengurangi dampak pasang air laut yang kerap merendam permukiman warga di Banjarmasin.

Sementara itu, hingga kini kondisi banjir di Kalimantan Selatan masih belum sepenuhnya surut. Sejak mulai melanda pada 27 Desember 2025, banjir masih merendam sejumlah wilayah.

Di Kota Banjarmasin, tercatat sedikitnya tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur, dan Banjarmasin Utara, dengan ratusan kepala keluarga terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi.

Penulis/Reporter: Tim Liputan Fokus6.net