Wapres Gibran Kunjungi Korban Banjir Bandang Balangan, Janjikan Bantu Relokasi Warga Bantaran Sungai
fokus6.net, BALANGAN – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban banjir bandang di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran memastikan dukungan pemerintah pusat tidak hanya sebatas bantuan masa transisi, tetapi juga penanganan jangka panjang melalui relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai.
Gibran tiba di Kalimantan Selatan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Udara Warukin, sebelum bertolak melalui jalur darat ke Kecamatan Tebing Tinggi, salah satu wilayah terdampak terparah banjir bandang.
Setibanya di Tebing Tinggi, Gibran langsung berdialog dengan warga penyintas banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada 27 Desember 2025.
Ia mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan penyaluran bantuan selama masa transisi berjalan dengan baik.
Selain itu, Gibran meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah penanganan jangka panjang guna mencegah bencana serupa terulang.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah rencana relokasi warga yang selama ini tinggal di sepanjang aliran Sungai Pitap.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, mengatakan pemerintah daerah siap menindaklanjuti arahan Wakil Presiden terkait relokasi dan penanganan pascabencana.
“Pak Wakil Presiden meminta agar penanganan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga jangka panjang. Salah satunya dengan merelokasi warga yang tinggal di bantaran Sungai Pitap agar lebih aman,” ujar Abdul Hadi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat akan segera melakukan kajian teknis terkait lokasi relokasi serta kebutuhan infrastruktur pendukung bagi warga terdampak.
Berdasarkan data terakhir dari BPBD Kalimantan Selatan, banjir bandang di Kabupaten Balangan berdampak pada enam kecamatan, yakni Tebing Tinggi, Halong, Juai, Awayan, Paringin Selatan, dan Lampihong.
Total sebanyak 4.254 rumah dilaporkan terendam banjir, dengan 447 rumah di antaranya mengalami kerusakan. Selain itu, sekitar 13.825 jiwa dari 4.289 kepala keluarga sempat mengungsi akibat bencana tersebut.
Penulis/Reporter: Zacky dan Fahrulani


Tinggalkan Balasan