fokus6.net, BANJARBARU – Warga Jalan RO Ulin Gang Sapta Warga, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, dikejutkan dengan penemuan sesosok pemuda dalam kondisi tidak bernyawa di kebun belakang rumah warga, Kamis (29/1/2026) kemarin.

Korban diketahui berinisial AY (25), warga Desa Rangas, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ia ditemukan sekitar pukul 16.37 Wita dalam kondisi mengenaskan, dengan luka parah di bagian kepala dan kaki serta tubuh bersimbah darah.

Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Sariyem, setelah mendengar suara benturan keras dari arah kebun belakang rumahnya.

“Awalnya saksi mendengar suara seperti benda jatuh dengan keras. Saat dicek ke belakang rumah, saksi melihat pohon pisang dalam keadaan rusak dan menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah,” ujar Ipda Kardi Gunadi, Jumat (30/1/2026) pagi, mewakili Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas Polres Banjarbaru bersama unit terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sebuah menara BTS Telkomsel setinggi kurang lebih 42 meter yang berada tak jauh dari tempat korban ditemukan.

Pada bagian pagar menara, terdapat celah yang diduga menjadi akses masuk korban.

Selain itu, petugas juga menemukan pakaian korban berupa kaos berwarna biru dan sarung cokelat yang tergeletak di sekitar lokasi. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek.

Ipda Kardi Gunadi menambahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya juga sempat menunjukkan perilaku mengkhawatirkan.

“Pada subuh hari sebelum kejadian, korban diketahui sempat mencoba melakukan bunuh diri, namun berhasil digagalkan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, visum, serta keterangan para saksi, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri.

“Dari seluruh rangkaian pemeriksaan, korban diduga melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari menara BTS,” jelas Kardi.

Jenazah korban rencananya akan dimakamkan pada Jumat (30/1/2026). Proses pemakaman dibantu oleh Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), mengingat keterbatasan kondisi ekonomi pihak keluarga.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net